19
Sep
09

Selamat Lebaran Semuanya!

19
Sep
09

MOVIE POSTERS OF GOOD BUZZ MOVIES OF TORONTO INTERNATIONAL FILM FESTIVAL ‘09

Kisah dengan setting tahun 1967, tentang seorang Yahudi (yup, this is about Jews), professor Larry Gopnik yang menghadapi krisis paruhbaya, masalah keluarga dan keyakinannya.

Kisah dengan setting tahun 1967, tentang seorang Yahudi (yup, this is about Jews), professor Larry Gopnik yang menghadapi krisis paruhbaya, masalah keluarga dan keyakinannya.

Filmnya memang enggak terlalu bagus, tapi kehebohan scene lesbi antara Fox dan Seyfried bikin penonton terpaku. Pernah liat film horror Tamara? Ceritanya agak mirip seperti itu (apalagi adegan muntahnya) namun dengan Fox yang seksi dan dialog Diablo Cody yang ceplas-ceplos.

Filmnya memang enggak terlalu bagus, tapi kehebohan scene lesbi antara Fox dan Seyfried bikin penonton terpaku. Pernah liat film horror Tamara? Ceritanya agak mirip seperti itu (apalagi adegan muntahnya) namun dengan Fox yang seksi dan dialog Diablo Cody yang ceplas-ceplos.

Dari Jason Reitman, film drama cinta diatas udara dan tentunya di mix dengan tema industri penerbangan, dimana Clooney naksir berat Farmiga harus menghadapi kenyataan kalau ia tidak bisa menemuinya lag akibat dikuranginya kegiatan travel oleh perusahaan dimana tokoh Ryan (Clooney) bekerja.

Dari Jason Reitman, film drama cinta diatas udara dan tentunya di mix dengan tema industri penerbangan, dimana Clooney naksir berat Farmiga harus menghadapi kenyataan kalau ia tidak bisa menemuinya lag akibat dikuranginya kegiatan travel oleh perusahaan dimana tokoh Ryan (Clooney) bekerja.

men_who_stare_at_goats

Mirip poster Burn After Reading yah, dimana cerita konyol yang didasarkan kisah nyata tentang seorang militer yang punya kelebihan membaca pikiran musuh, bisa nembus tembok dan bisa membunuh kambing hanya dengan menatapnya. Ngocolnya, sang kambing juga ikut dapat kredit di poster!.

Wah, Drew Barrymore ternyata bisa bikin film! Dapat review yang bagus lagi. Yah ceritanya tentang si cewek mungil Bliss (Ellen Page dengan peran paling gampang-nya) yang tak ingin menjadi cewek impian ibunya. Dan mendobrak kalau putri kecantikan enggak perlu bersikap anggun dan manis. Banyak yang bilang film ini membawa suasana film remaja 80'an. Pantas sambutannya meriah.

Film setema Poisin Ivy, atau Fatal Attraction memang seru. Ceritanya tentang seorang dokter wanita yang menyewa seorang escort untuk menggoda sang suami. Awalnya seperti ide yang bagus sampai si escort mulai mengancam kehidupan seluruh keluarganya.

Kisah si gendut Mark Whitacre (Matt Damon) yang melakukan aksi mata-mata demi pengabdiannya terhadap perusahaan makanan dimana ia bekerja. Percaya deh, penyamaran dan kebohongan itu cukup menyenangkan, dan Steven Soderbergh ahlinya dalam hal itu, lihat saja contohnya pada trilogi Oceans.

Kisah si gendut Mark Whitacre (Matt Damon) yang melakukan aksi mata-mata demi pengabdiannya terhadap perusahaan makanan dimana ia bekerja. Percaya deh, penyamaran dan kebohongan itu cukup menyenangkan, dan Steven Soderbergh ahlinya dalam hal itu, lihat saja contohnya pada trilogi Ocean's.

19
Sep
09

DO NOT KALAP KALO BELI DVD FILM …

Hihihihihi… aduh sudah mau hampir dua bulan enggak ngisi blog nih. Sibuk banget dan gilanya saya lost my head (saat ini saya sering cepat lupa akan sesuatu) soal password untuk blog saya!. Penyebabnya buku note kecil yang menyimpan daftar password semua akun saya di internet lupa saya taruh dimana. Tapi akhirnya, thank God,  ketemu juga! Ternyata selama ini, bukunya berada didalam kantong kecil tas lama saya yang telah tercampakkan. Dan jeleknya, saya tidak bikin tulisan apa-apa dan berpura-pura tak ada apa-apa selama mengalami kehilangan tersebut.

Saat dalam ‘pencarian’ buku keramat itu, tatapan saya mengarah pada barisan, lebih mirip tumpukan, dvd-dvd film yang saya beli selama ini. Gila! Ternyata sudah banyak begitu. Parahnya, tidak semua sempat saya tonton. Padahal dulu waktu mendapatkannya gembira sekali. Kebanyakan adalah film-film popular dari berbagai genre. Ada juga film-film yang – entah mengapa – saya beli karena saya merasa itu adalah film-film legendaris, cult, klasik dan akhirnya tak tertonton juga. Seperti kasus dvd-dvd film seperti Fear and Loathing in Las Vegas, Charade, From Here to Eternity, Akira dan 12 Monkeys, saya tidak mengira, beberapa film yang dibilang orang-orang begitu keren untuk ditonton ternyata tidak membuat saya betah menontonnya. Mungkin akibat ngantuk atau lagi malas mencerna isinya, kenikmatan menonton pun hilang.

Percaya atau enggak, saya belum menonton sepenuhnya dua lanjutan The Lord of the Rings, yaitu Two Towers dan Returns of the King, dikarenakan saya pengen beli dvd Extended Edition-nya. Eh, setelah beli paket triloginya lewat sebuah penjual di Amazon (mumpung harganya lagi jatuh), yang ditonton cuma Fellowship lagi. Itu juga cuma nonton filmnya, bonus feature yang berjumlah dua keping untuk masing-masing film (total semua ada 12 keping. Masing-masing film punya 4 keping) enggak ditonton-tonton. Padahal usaha ngumpulin duitnya sampai bela-belain enggak jajan beberapa bulan.

Dan selanjutnya saya sempat memikirkan untuk membeli film yang laris dipasaran saja, tapi entah mengapa, film-film lain, apalagi yang critically acclaim, masih menarik mata saya untuk dibeli. Alhasil, walaupun bajakan, tempat meletakkannya jadi kendala. Harus beli album sleeves yang banyak jadinya (ah, terlalu dilebih-lebihkan).

Jadi, kayaknya, sebelum hasrat ingin membeli film dipenuhi, ada baiknya cari-cari informasi terlebih dahulu. Baik melalui teman, majalah film atau blog-blog yang dibuat oleh para penggemar film. Yang lebih penting, apakah kita memang niat pengen nonton atau enggak. Selanjutnya, biarkan hati dan isi dompet menuntun kita, hehehe …

Ini dia kumpulan dvd film yang belum habis dilahap. Enggak tahu kapan nonton semuanya sampai habis. Yang seru macam Matrix Reloaded dan Akira belum juga ditonton sampai selesai!