Film –film dari Bollywood itu sebenarnya film yang asyik. Namun beberapa orang malu mengakuinya. Yang mendendangkan lagunya saja dibilang kampungan. Memang beberapa film ada yang terlihat norak. Tapi masih, beberapa orang tak dapat menolak menikmati sinematografi indah dan lagu-lagunya yang ‘easy listening’. Tanpa tarian atau lagu, film Bollywood takkan lengkap. Walaupun film itu sekelas Oscar Winner seperti Slumdog Millionaire (tunggu akhir filmnya). Bayangkan beberapa orang yang dulu bilang film India kampungan ternyata turut larut menonton … Norman Briptu, hahahaha … tapi bukan karena demam Chaiya Chaiya yang sesaat itu saya jadi punya inspirasi membuat list ini. Saya memang menyukai film Bollywood karena film mereka tak bisa dihindarkan sebagai santapan penggemar film, iya sebatas itu, kalau saya hapal beberapa lagu-lagunya, itu juga karena otomatisasi. Saya suka lagu-lagunya seperti halnya saya menyukai soundtrack film-film Hollywood. Dan karena hampir semua fim Bollywood memiliki musik dan tari didalamnya, tidak ada salahnya saya membuat list musical scenes favorit versi saya.
*) Diputar satu-persatu bergantian ya agar tidak ‘berat’.
10. Taal Se Taal Mila (Film : Taal)
Scene ini sebenarnya sederhana. Scene penting pertemuan Manav dan Mansi ini adalah tipikal Bollywood : hujan-hujanan, malah dalam scene ini hujannya ketahuan betul palsu. Tapi Subhash Ghai membuatnya atraktif. Musik dari A.R. Rahman, air hujan dan rerumputan hijau dengan tiga gadis berpakaian putih menari dan berbasah-basahan didalamnya memunculkan mood yang pas walaupun dengan scenery lokal sebagai background-nya (hanya demi kenikmatan mata, biasanya lokasi sering dilakukan di luar negeri terutama di Eropa).
9. Aksar Is Duniya Mein (Film : Dhadkan)
Scene ini mempertemukan semua karakter dalam satu ruang. Ada karakter anak yang meminta maaf kepada ibu tirinya, dan yang paling disorot adalah pertemuan antara dua manusia yang telah lama tidak bersua. Saya sangat kagum dengan scene ini. Tanpa dialog pun, kita akan mengerti sedang terjadi apa dan ada kepentingan apa diantara orang-orang tersebut dari pengambilan gambar yang terus-terusan bergerak menangkap bahasa tubuh dan emosi wajah masing-masing dan satu lagi, Mahima Chowdary yang berperan sebagai penyanyi di pesta itu begitu … hemmm.
8. Maaf Karo (Film : Mission Kashmir)
Sanjay Dutt berkumis dan scene ini adalah sebuah scene yang kontras. Penonton tahu bahwa akan ada bom meledak dari koper yang dibawa Dutt. Namun lagu permintaan maaf sang suami kepada istrinya ini begitu riang. Musik yang unik, gabungan antara gendang tradisional diselingi suara tik-tok bom berpadu dengan olah vocal bergaya jazz membuat penonton terhibur hingga bomnya meledak. Jadi teringat adegan kematian penumpang kapal dalam Ghost Ship, dimana pada awalnya semua terlihat bahagia hingga ‘libasan’ tali kapal membuat tragedi.
7. Udi Udi (Film : Guzaarish)
Di dalam film yang terlihat seperti film Eropa ini kita tak akan melihat kelincahan Hrithik Roshan dalam menari. Malahan Hrithik berperan sebagai orang yang lumpuh. Jadi yang bisa dinikmati hanyalah Aishwarya Ray. Walaupun terlihat agak over, namun penampilan Ray dalam scene ini dimana ia melakukan air drum, memukul-mukul meja dan turut menyanyi hingga menari mengikuti apa yang dilakukan penghibur di restoran benar-benar menarik. Sangat jarang ditemukan scene seperti ini dalam film Bollywood.
6. Woh Ladki Hai Kahaan (Film : Dil Chahta Hai)
Kocak, ini yang saya tangkap dalam scene ini, yang merupakan tribut bagi film-film musikal klasik Bollywood dan Hollywood. Idenya simple saja; menonton film di bioskop, lalu melihat diri ada di dalam layar. Tone warna disesuaikan dengan keperluan kostum yang berganti-ganti menurut era ditambah tap dance, background palsu, scenery lukisan dan tentu saja apa yang dibenci Amelie tentang film klasik ada di sini : para aktornya sering tidak memperhatikan jalan di depan tatkala sedang menyetir. Gerak-gerik lebay tipikal film Bollywood yang menggelikan memang sengaja diperlihatkan untuk membuat penonton tersenyum geli atau terpingkal-pingkal.
5. Bhondon se Bathi (film : Thak Shak)
Entah mengapa scene ini paling punya daya tarik dalam Thak Shak. Slow motion dan musiknya mungkin?. Atau suasana hujan (lengkap dengan gelegar petirnya) dimana Tabu yang kebasahan mengenakan sari, menari dan bermain tetesan air hujan ? Namun yang pasti, hujan memang adalah penghasil mood yang baik dalam sajian gambar film-film Bollywood (yang masih saya ingat Dekho Na dalam film Fanaa). Scene perenungan sang tokoh utama ini benar-benar akan membuat penonton terpukau. Sinematografi slo-mo-nya pas sekali dengan musiknya yang berirama sedikit reggae dengan dentuman elektrik diiringi suara seruling merdu sebagai bridge. Hemmm …. A.R. Rahman memang punya sense bagaimana musik yang bagus dibuat.
4. Dola Re Dola ( film : Devdas)
Banyak scene musikal yang bagus dalam film Devdas hingga saya bingung untuk memilih. Yang satu ini paling menarik; megah (begitupun musiknya), intens dan visualnya ber-pace cepat. Kolaborasi Ray dan Dixit. Keduanya mempersembahkan bakat menari yang mengagumkan padahal tariannya terlihat tidak simpel. Dengan kamera yang terus-terusan berputar lincah, saya yakin scene ini sepertinya diambil dalam satu take yang panjang. Jadi kalau salah sedikit berapa banyak lagi waktu yang diperlukan untuk mengulang. Kemampuan, latihan dan konsentrasi dari kedua aktris dan pendukung dalam hal ini menjadi sangat penting.
3. Kay Sera Sera ( film : Pukar)
Filmnya memang membosankan. Namun nilai plusnya: musik-musik dari A.R. Rahman. Diawali dengan gambar topi yang berguncang di lantai mengikuti suara gendang dan terompet, scene musikal ini adalah persembahan paling wowed dengan teknik koreografi tari modern oleh Prabhu Deva (biasanya yang pasaran punya Farah Khan) dimana dirinya juga bisa kita lihat menari lincah bersama Madhuri Dixit. Dengan background panggung berwarna merah dan penambahan teknik gambar yang tidak biasa dilihat dalam film Bollywood , scene ini menggoda kita untuk menontonnya berulang-ulang.
2. Satrangi re… (film : Dil Se)
Padahal ini film tahun 90-an yang sudah terkenal secara internasional, namun karena Norman, film ini kembali trending dan menghebohkan Indonesia. Dibandingkan Chaiya-Chaiya yang melegenda, scene musikal ini lebih ‘kaya’. Punya banyak footage berbeda dan sentuhan teknik. Beberapa koreografi sulit yang hanya dapat kita lihat dalam panggung teater diperlihatkan disini. Masing-masing koreografi sepertinya memiliki arti tersendiri. Musik yang terdengar seperti gabungan antara music Maroko dan sound gitar latin. Sebuah scene musikal yang remarkable.
1. Ghanan Ghanan (film : Lagaan)
Sama halnya dengan Dola re Dola, scene ini mengambil satu take panjang mengelilingi kampung kecil dimana orang–orang sedang bergembira menyambut datangnya awan hitam yang membawa hujan. Kamera terus-menerus bergerak mengambil gambar beberapa kelompok dan individu yang memiliki koreografi masing-masing, dari anak-anak hingga orang tua. Sepertinya membuat scene ini agak rumit dimana harus dilakukan dengan latihan ekstra karena cue untuk siapa yang akan menyanyi dan giliran siapa yang memulai tarian harus tepat, karena kamera is rolling on. Ternyata kegembiraan yang epic itu hanyalah sia-sia. Awan yang diharapkan menumpahkan air ternyata lewat, goin’ where the wind blows. Dan semua kembali suram.
Eh, yang di Mission Kashmir aku paling suka dengan yang Bumbro Bumbro. Ghanan Ghanan di Lagaan dulu selalu aku praktekkan di awal musim penghujan hehehe. Dola re Dola selalu asyik buat joged bareng temen – temen. Tapi sayang yang paling aku suka gak masuk list. Klip di fil Nayak yang pake gentong dan bunga matahari itu lho
Kalau Bumbro Bumbro sih hampir saja, tapi karena tampilannya seperti kebanyakan music scene yang lain, jadinya ya… terpaksa hehehe. Kalau yang di Nayak itu judulnya Chalo Chale Mitwa, hemmm seneng denger lagunya … bagus soalnya. Tampilannya sih menawan dan agak seksi, tapi agak mirip Sathiyaa lo.
Kalau aku paling suka dengan Aksar Is Duniya Mein. Mahima Chaudary cantik sekali di Dhadkan. Lagu ini juga menyayat hatiku dan sulit untuk dilupakan hingga kini
Iya, betul, Mahima memang paling mengesankan disini. Walaupun penampilannya paling sedikit cuma. Iya film ini sudah berumur hampir 1 dekade. Tapi masih pengen saja diliat terus. Untung ada dvd-nya. Salam kenal ya.
Bukan yang Chalo Chale Mitwa, tapi kalo gak salah pake Lagta hai gitu deh judulnya :p
Saya mania Bollywood punya koleksi film2 trbaru (plus Film india selatan Tamil n Telugu) dan juga video klip soundtracknya sampe 600 track….skadar informasi..
Download film-film Bollywood, Tamil dan Telugu di http://www.sominaltvtheater.com
Dan untuk soundtracknya http://www.mp3hungama.com & http://www.songs.pk.
Sedangkan situs bollywood:
http://www.bollywoodhungama.com
http://www.santabanta.com
http://www.indiaglitz.com
Smoga bermanfaat…
Allah hafiz
Pravin D. Irawan (FB juga pake nama ini so add me)